Laman

Kamis, 25 Februari 2010

"Generasi Ketiga Pada Perkembangan Teknologi; tugas 2"

Pada era globalisasi seperti saat sekarang ini, teknologi berkembang sangat pesat. Pada semua bidang pekerjaan baik itu industri, kesehatan, pendidikan, semuanya bisa dikerjakan dengan bantuan teknologi. Meskipun, penggunaan teknologi tersebut terlalu maksimal.
Bagai bumi dan langit perbedaan masa kini dengan zaman dahulu. Coba kita bayangkan bagaimana kondisi kakek nenek kita dulu sekolah, atau minimalnya kita tanya mereka bagaimana mereka dulu, jangankan internet, komputer, atau mesin ketik sekalipun, aliran listrik saja masih susah. Sungguh anugrah besar bagi kita, generasi masa kini yang telah dipenuhi dengan segudang fasilitas teknologi, yang akan memberikan manfaat luar biasa jika kita mampu mengoptimalkan penggunaan teknologi tersebut.
Perbedaan yang signifikan juga tidak menutu kemungkinan antara masa kini dengan masa yang akan datang.
Sebagaimana yang telah diprediksikan oleh para pakar teknologi, yang menyatakan bahwa tiba nanti saatnya pada generasi ketiga yakni generasi yang akan datang, perangkat teknologi baru akan berupa ubiquitous computing (santrock:499.)
Ubiquitous computing merupakan suatu generasi komputer baru yang menekankan distribusi komputer kelingkugan. distribusi komputer kelingkungan atau lebih difokuskan, akan lebih diutamakan kelingkungan dibanding kepersonal. perangkat baru ini akan mendominasi lingkungan, bahkan menjadi latar belakang komputer masuk dalam kehidupan manusia, tidak lagi seperti sekarang ini, yang mana manusia berada dalam dunia yang diciptakan komputer, canggih bukan?
Perangkat baru semacam ubiquitous computing ini akan terkoneksi langsung dengan perangat teknologi umum lainnya seperti telepon, dan media elektronik lainnya.
Kita yang berada dibawah ruang lingkup dunia pendidikan mungkin menjadi pihak pertama yang amat diuntungkan dengan adanya ubiquitous computing ini.
Karena perangkat bari ini kecil, portable, mobile, murah akan lebih murah disediakan untuk lebih banyak pelajar. Jika demikian halnya, tidak ada lagi kendala dalam menerapkan sistem pendidikan berbasis dunia cyber yang disebut dengan e-learning.
Sistem pendidikan e-learning akan menggeser sistem pendidikan tradisional (tatap muka), menjadi tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Faktanya, sistem pendidikan seperti ini pun sudah dimulai dinegara-negara maju.
Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh para ahli, perangkat baru ini akan dipasangkan dengan jaringan murah, dapat membantu murid untuk membawa perangkat informasi personal kelapangan. Untuk membantu mengerjakan suatu tugas dan bisa dibawa pulang, jika sudah demikian halnya, sistem pendidikan e-learning yang tidak dibatasi ruang dan waktu akan bisa dengan mudah diwujudkan dan akan lebih efektif dibanding sistem tatap muka. Kita juga bisa meminimalisir biaya. Jangkauan pembelajaran pun akan semakin luas, interaksi pembelajaran meningkat, materi pelajaran akan lebih mudah disimpan dan disempurnakan.
Jadi, ubiquitous computing ini merupakan perangkat baru yang sangat berperan penting dalam mewujudkan penerapan e-learning.

Referensi buku :
Santrock, J.W.2008. Psikologi Pendidikan, Edisi 2. Jakarta: Kencana
Munir.2008. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: CV Alfabeta

Ratna Juwita Rambe
091301094

Tidak ada komentar:

Posting Komentar